Qarun dan Kekayaannya
Episode 1 dari 3

Kisah Tokoh Pilihan

قَارُون

Qarun dan Kekayaannya

Q.S. Al-Qasas 76–82

Qarun dari kaum Nabi Musa AS membanggakan harta dan ilmunya serta mengabaikan nasihat kaumnya, hingga Allah membenamkannya bersama rumahnya ke dalam bumi.

  • 3 episode
  • 7 ayat
  • ~2 menit baca
Tokoh
QarunKaum Nabi Musa ASOrang-Orang Berilmu
01Episode 1 dari 3

Kunci Perbendaharaan dan Nasihat Kaumnya

Qarun termasuk kaum Nabi Musa AS, tetapi ia berlaku aniaya terhadap mereka. Allah telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat.

Kaumnya berkata kepadanya, “Janganlah engkau terlalu bangga. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri. Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu pahala negeri akhirat, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia. Berbuat baiklah sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”

Hikmah
Harta yang dianugerahkan semestinya dipakai mencari pahala negeri akhirat dan berbuat baik, bukan berbuat kerusakan di bumi (28:77).

Catatan istilah

Mafātiḥahu
Disebut dalam 28:76; kunci-kunci perbendaharaan harta yang dianugerahkan kepada Qarun.
Ulil-Quwwah
Disebut dalam 28:76; sejumlah orang yang kuat-kuat, yang bagi mereka pun kunci-kunci itu berat dipikul.
02Episode 2 dari 3

Klaim atas Ilmu Sendiri dan Silau Kehidupan Dunia

Qarun berkata, “Innamā ūtītuhū ‘alā ‘ilmin ‘indī — Sesungguhnya aku diberi harta itu semata-mata karena ilmu yang ada padaku.” Tidakkah ia tahu bahwa Allah telah membinasakan generasi sebelumnya yang lebih kuat daripadanya dan lebih banyak mengumpulkan harta?

Maka keluarlah ia kepada kaumnya dengan kemegahannya. Orang-orang yang menginginkan kehidupan dunia berkata, “Andaikata kita mempunyai harta kekayaan seperti yang telah diberikan kepada Qarun. Sesungguhnya dia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar.”

Orang-orang yang dianugerahi ilmu berkata, “Celakalah kamu! Pahala Allah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan pahala itu hanya diperoleh orang-orang yang sabar.”

Hikmah
Menyandarkan harta pada ilmu yang ada pada diri sendiri melupakan bahwa generasi yang lebih kuat dan lebih kaya pun telah dibinasakan (28:78–80).

Catatan istilah

Zīnatihi
Disebut dalam 28:79; kemegahan yang dikenakan Qarun ketika ia keluar menemui kaumnya.
Ḥaẓẓun ‘Aẓīm
Disebut dalam 28:79; keberuntungan yang besar menurut ucapan orang-orang yang menginginkan kehidupan dunia.
03Episode 3 dari 3

Dibenamkan ke Dalam Bumi dan Sadarnya Kaum yang Tergiur

Lalu Allah membenamkan Qarun bersama rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya satu golongan pun yang akan menolongnya selain Allah, dan ia tidak termasuk orang-orang yang dapat membela diri.

Orang-orang yang kemarin mengangan-angankan kedudukannya berkata, “Aduhai, benarlah Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dari para hamba-Nya dan Dia juga yang menyempitkannya. Seandainya Allah tidak melimpahkan karunia-Nya kepada kita, tentu Dia telah membenamkan kita pula. Aduhai, benarlah tidak akan beruntung orang-orang yang ingkar.”

Hikmah
Kedudukan yang diangan-angankan itu lenyap bersama pemiliknya, dan yang tersisa hanyalah pengakuan bahwa rezeki dilapangkan dan disempitkan oleh Allah (28:81–82).

Catatan istilah

Khasafnā
Disebut dalam 28:81; “Kami benamkan”, yaitu Allah membenamkan Qarun bersama rumahnya ke dalam bumi.
Waika'annallāh
Disebut dalam 28:82; ungkapan “Aduhai, benarlah Allah…” yang diucapkan mereka setelah menyaksikan Qarun dibenamkan.

Akhir kisah

Qarun dan Kekayaannya

Kisah ini terdiri dari 3 episode, bersumber dari Q.S. Al-Qasas 76–82. Baca ayat-ayatnya utuh di Mushaf untuk melihat konteks penuhnya.