Luqman Menasihati Anaknya
Episode 1 dari 2

Kisah Tokoh Pilihan

لُقْمَانُ الْحَكِيم

Luqman Menasihati Anaknya

Q.S. Luqman 12–19

Untaian nasihat Luqman kepada anaknya tentang syukur, larangan syirik, bakti kepada orang tua, amal seberat biji sawi, salat, amar makruf, dan adab berjalan.

  • 2 episode
  • 8 ayat
  • ~2 menit baca
Tokoh
Luqman Al-HakimAnak Luqman
01Episode 1 dari 2

Pondasi Syukur, Larangan Syirik, dan Hak Orang Tua

Allah benar-benar telah memberikan hikmah kepada Luqman, yaitu, “Bersyukurlah kepada Allah! Siapa yang bersyukur, sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri. Siapa yang kufur, sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.”

Luqman berkata kepada anaknya saat ia menasihatinya, “Wahai anakku, janganlah mempersekutukan Allah! Sesungguhnya mempersekutukan Allah itu benar-benar kezaliman yang besar.”

Allah mewasiatkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. “Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu.” Namun jika keduanya memaksa untuk mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang tidak ada ilmu tentangnya, janganlah patuhi keduanya, tetapi pergaulilah keduanya di dunia dengan baik dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada Allah.

Hikmah
Ketaatan kepada orang tua tidak berlaku dalam perkara mempersekutukan Allah, sementara pergaulan yang baik dengan keduanya tetap diperintahkan (31:13–15).

Catatan istilah

Al-Ḥikmah
Disebut dalam 31:12; hikmah yang Allah berikan kepada Luqman, yang dirangkai langsung dengan perintah bersyukur kepada Allah.
Wahnan ‘alā Wahn
Disebut dalam 31:14; keadaan lemah yang bertambah-tambah, yang dialami seorang ibu saat mengandung.
02Episode 2 dari 2

Amal Seberat Biji Sawi, Amar Makruf, dan Adab Berjalan

Luqman berkata, “Wahai anakku, sesungguhnya jika ada suatu perbuatan seberat biji sawi dan berada dalam batu, di langit, atau di bumi, niscaya Allah akan menghadirkannya untuk diberi balasan. Sesungguhnya Allah Maha Lembut lagi Maha Teliti.”

“Wahai anakku, tegakkanlah salat dan suruhlah manusia berbuat yang makruf dan cegahlah mereka dari yang mungkar serta bersabarlah terhadap apa yang menimpamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang harus diutamakan.”

“Janganlah memalingkan wajahmu dari manusia dan janganlah berjalan di bumi ini dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi sangat membanggakan diri. Berlakulah wajar dalam berjalan dan lembutkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.”

Hikmah
Kesadaran bahwa amal sekecil biji sawi pun dihadirkan Allah bersambung langsung dengan perintah salat, amar makruf, kesabaran, dan adab berjalan (31:16–19).

Catatan istilah

Ḥabbatin min Khardal
Disebut dalam 31:16; sebiji sawi, perumpamaan sesuatu yang teramat kecil yang tetap akan Allah hadirkan.
Lā Tuṣa‘‘ir Khaddak
Disebut dalam 31:18; larangan memalingkan wajah dari manusia karena sombong.
Mukhtālin Fakhūr
Disebut dalam 31:18; orang yang sombong lagi sangat membanggakan diri, yang tidak disukai Allah.

Akhir kisah

Luqman Menasihati Anaknya

Kisah ini terdiri dari 2 episode, bersumber dari Q.S. Luqman 12–19. Baca ayat-ayatnya utuh di Mushaf untuk melihat konteks penuhnya.