Nabi Ibrahim AS Mencari Tuhan
Episode 1 dari 5

Kisah Para Nabi

إِبْرَاهِيم

Nabi Ibrahim AS Mencari Tuhan

Q.S. Al-An'am 74–83 · Maryam 41–48 · Al-Anbiya' 51–70 · As-Saffat 99–113

Perjalanan dakwah dan keteguhan tauhid Nabi Ibrahim AS dalam membuktikan keesaan Allah melalui perenungan atas ciptaan-Nya. Menghadapi penolakan sang ayah, mematahkan kepalsuan berhala hingga diselamatkan dari kobaran api, serta kepasrahan total dalam ujian pengorbanan anak. Kisah ini menjadi teladan abadi keikhlasan dan ketulusan iman kepada Tuhan semesta alam.

  • 5 episode
  • 53 ayat
  • ~10 menit baca
Tokoh
Nabi Ibrahim ASAzar (Ayah Nabi Ibrahim AS)Kaum Penyembah BerhalaAnak yang Disembelih (Nabi Ismail AS)Nabi Ishaq AS
01Episode 1 dari 5

Perenungan Keagungan Pencipta Alam

Nabi Ibrahim AS berkata kepada ayahnya, Azar, “Pantaskah engkau menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan? Sesungguhnya aku melihat engkau dan kaummu berada dalam kesesatan yang nyata.” Dan demikianlah Allah memperlihatkan kepada Ibrahim kerajaan langit dan bumi agar ia termasuk orang-orang yang yakin.

Ketika malam menjadi gelap, ia melihat sebuah bintang lalu berkata, “Inilah tuhanku.” Namun ketika bintang itu terbenam, ia berkata, “Aku tidak suka kepada yang terbenam.” Ketika melihat bulan terbit, ia berkata, “Inilah tuhanku,” tetapi saat bulan lenyap ia berkata, “Sungguh, jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk kaum yang sesat.” Lalu ketika melihat matahari terbit, ia berkata, “Inilah tuhanku, ini yang lebih besar,” dan tatkala matahari itu pun terbenam ia berseru, “Wahai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian persekutukan. Aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan lurus, dan aku bukanlah termasuk orang-orang musyrik.”

Kaumnya membantahnya, maka ia berkata, “Apakah kalian hendak membantahku tentang Allah, padahal Dia benar-benar telah memberi petunjuk kepadaku? Aku tidak takut kepada apa yang kalian persekutukan dengan-Nya.” Nabi Ibrahim AS menegaskan bahwa orang-orang yang beriman dan tidak mencampuri keimanan mereka dengan kezaliman syirik, merekalah yang berhak memperoleh rasa aman dan petunjuk sejati. Itulah hujah yang Allah anugerahkan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya.

Hikmah
Ketetapan iman sejati lahir dari perenungan tulus atas tanda-tanda kekuasaan Allah di alam semesta (6:79).

Catatan istilah

Azar
Nama ayah Nabi Ibrahim AS yang disebutkan dalam Al-Qur'an (6:74).
Ḥanīf
Lurus dalam beragama dan murni mengesakan Allah tanpa menyekutukan-Nya (6:79).
02Episode 2 dari 5

Nasihat Santun dan Perpisahan yang Sabar

Nabi Ibrahim AS adalah seorang nabi yang sangat membenarkan kebenaran. Dengan tutur kata yang santun dan penuh kasih sayang, ia bertanya kepada ayahnya mengapa menyembah sesuatu yang tidak dapat mendengar, tidak melihat, dan tidak mampu memberi manfaat sedikit pun, seraya mengajak sang ayah mengikuti petunjuk ilmu lurus agar terhindar dari godaan setan dan siksa Tuhan Yang Maha Pemurah.

Sang ayah menolak seruan tersebut dengan keras, mengancam akan merajam Nabi Ibrahim AS, dan memerintahkannya pergi menjauh untuk waktu yang lama. Ibrahim menyambut ancaman itu dengan mendoakan keselamatan bagi ayahnya, berjanji memohonkan ampunan kepada Tuhannya, serta bertekad menjauhi mereka beserta segala sesembahan selain Allah.

Hikmah
Menyampaikan kebenaran kepada orang tua wajib dilakukan dengan perkataan yang lembut dan penuh kesabaran (19:42-45).

Catatan istilah

Yā Abati
Panggilan santun dan penuh rasa hormat seorang anak kepada ayahnya dalam bahasa Arab (19:42).
03Episode 3 dari 5

Meruntuhkan Berhala dan Mematahkan Hujah Kaum

Sungguh, sebelum itu Allah telah menganugerahkan kepada Nabi Ibrahim AS petunjuk kedewasaan, dan Allah mengetahui keadaannya. Dengan hati yang bersih ia mendatangi ayah dan kaumnya seraya bertanya, “Patung-patung apakah ini yang kalian tekun menyembahnya?” Mereka menjawab bahwa mereka mendapati nenek moyang menyembahnya. Ibrahim menegaskan, “Sungguh, kalian dan nenek moyang kalian berada dalam kesesatan yang nyata.”

Mereka bertanya apakah ia membawa kebenaran atau sekadar bermain-main; Nabi Ibrahim AS menegaskan bahwa Tuhan mereka adalah Tuhan langit dan bumi yang telah menciptakan semuanya, dan ia bersumpah dalam hati akan memperdayakan berhala-berhala itu setelah mereka pergi. Maka ia melirik sekilas ke bintang-bintang lalu berkata, “Sesungguhnya aku sakit,” sehingga mereka berpaling meninggalkannya.

Diam-diam ia menghampiri berhala-berhala mereka dan berkata, “Mengapa kalian tidak makan? Mengapa kalian tidak mau berbicara?” Lalu ia menghancurkan mereka berkeping-keping dengan tangan kanannya, dan hanya menyisakan yang paling besar agar kepadanya mereka kembali bertanya. Ketika mendapati sesembahan mereka hancur, mereka bertanya-tanya siapa pelakunya, lalu membawa Nabi Ibrahim AS ke hadapan orang banyak. Ditanya apakah ia yang melakukannya, Ibrahim menjawab, “Sebenarnya patung besar inilah yang melakukannya. Maka tanyakanlah kepada mereka, jika mereka dapat berbicara.”

Mereka pun tersadar dan berkata kepada diri sendiri, “Sesungguhnya kalianlah orang-orang yang zalim.” Namun kemudian mereka menundukkan kepala dan berdalih bahwa Nabi Ibrahim AS tahu betul berhala-berhala itu tidak dapat berbicara. Ibrahim membalas, “Maka mengapa kalian menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat maupun mudarat sedikit pun kepada kalian? Apakah kalian menyembah patung yang kalian pahat sendiri, padahal Allah-lah yang menciptakan kalian dan apa yang kalian perbuat?”

Hikmah
Satu peristiwa yang sama dituturkan Al-Qur'an dari dua sisi: akal sehat dan bukti nyata pasti meruntuhkan segala keyakinan yang batil (21:66-67).

Catatan istilah

Qalbin Salīm
Hati yang suci lagi bersih dari syirik dan keraguan terhadap Allah (37:84).
Jużāżan
Pecahan-pecahan yang hancur berkeping-keping (21:58).
04Episode 4 dari 5

Kobaran Api yang Menjadi Dingin dan Menyelamatkan

Kehabisan hujah, kaumnya berseru, “Bakarlah dia dan belalah tuhan-tuhan kalian, jika kalian benar-benar hendak berbuat!” Mereka pun mendirikan sebuah bangunan perapian dan mencampakkan Nabi Ibrahim AS ke dalam api yang menyala-nyala.

Namun Allah berfirman, “Wahai api, jadilah dingin dan keselamatan bagi Ibrahim.” Mereka hendak melakukan tipu daya jahat terhadapnya, tetapi Allah menjadikan mereka orang-orang yang paling merugi dan hina.

Hikmah
Allah tidak memadamkan api itu, Dia memerintahnya; pertolongan-Nya sanggup membalik bahaya terbesar menjadi keselamatan bagi hamba yang ikhlas (21:69).

Catatan istilah

Bardan wa Salāmā
Perintah Allah kepada api agar menjadi sejuk dan menyelamatkan tanpa membinasakan (21:69).
05Episode 5 dari 5

Kepasrahan Total dan Tebusan yang Besar

Nabi Ibrahim AS berhijrah menghadap kepada Tuhannya dengan memohon dianugerahi keturunan yang saleh, lalu Allah memberinya kabar gembira tentang kelahiran seorang anak laki-laki yang sangat penyantun lagi sabar.

Ketika anak itu telah cukup umur untuk berusaha bersamanya, Nabi Ibrahim AS berkata, “Wahai anakku, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka bagaimana pendapatmu?” Sang anak menjawab, “Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya di atas pelipisnya, Allah memanggilnya, “Wahai Ibrahim, sungguh engkau telah membenarkan mimpi itu.” Demikianlah Allah membalas orang-orang yang berbuat baik; sesungguhnya itu benar-benar ujian yang nyata, dan Allah menebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.

Allah mengabadikan pujian dan salam keselamatan bagi Nabi Ibrahim AS di kalangan orang-orang yang datang kemudian sebagai balasan bagi orang yang berbuat kebaikan, serta menganugerahinya kabar gembira tentang kelahiran Nabi Ishaq AS, seorang nabi yang saleh dan melimpahkan keberkahan atas keduanya.

Hikmah
Kepasrahan total kepada perintah Allah membuahkan kemuliaan, keberkahan, dan pertolongan yang melimpah (37:105-107).

Catatan istilah

Ġulām Ḥalīm
Anak laki-laki yang sangat santun dan sabar (37:101).
Żibḥin ‘Aẓīm
Hewan sembelihan yang besar sebagai tebusan pengganti (37:107).
Anak yang Disembelih
Nama anak yang diperintahkan untuk disembelih tidak disebutkan secara tersurat dalam ayat-ayat pengorbanan tersebut (37:102).

Akhir kisah

Nabi Ibrahim AS Mencari Tuhan

Kisah ini terdiri dari 5 episode, bersumber dari Q.S. Al-An'am 74–83 · Maryam 41–48 · Al-Anbiya' 51–70 · As-Saffat 99–113. Baca ayat-ayatnya utuh di Mushaf untuk melihat konteks penuhnya.