Pemuda Penghuni Gua
Episode 1 dari 4

Kisah Umat Terdahulu

أَصْحَابُ الْكَهْف

Pemuda Penghuni Gua

Q.S. Al-Kahf 9–26

Kisah sekelompok pemuda yang teguh mempertahankan keimanan kepada Allah di tengah kaum yang menyembah selain-Nya. Mereka berlindung ke dalam gua dan ditidurkan oleh Allah selama ratusan tahun sebagai bukti kekuasaan-Nya. Kisah ini mengajarkan keteguhan memegang kebenaran dan kebesaran janji Allah atas hari kebangkitan.

  • 4 episode
  • 16 ayat
  • ~6 menit baca
Tokoh
Para pemuda berimanPenguasa dan kaum yang menyembah selain AllahPenduduk negeri
01Episode 1 dari 4

Keteguhan Iman dan Berlindung ke Gua

Al-Qur'an mengingatkan apakah kisah para penghuni gua dan raqīm merupakan tanda keajaiban di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Ketika para pemuda itu berlindung ke dalam gua, mereka memanjatkan doa memohon limpahan rahmat dan petunjuk yang lurus dari sisi Allah dalam menghadapi urusan mereka. Maka Allah menutup pendengaran mereka di dalam gua selama bertahun-tahun sebelum kemudian membangunkan mereka kembali.

Allah menceritakan kisah mereka dengan sebenar-benarnya: mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Allah menambahkan petunjuk bagi mereka. Allah meneguhkan hati mereka ketika mereka bangkit berdiri dan menyatakan, “Tuhan kami adalah Tuhan langit dan bumi; kami tidak akan pernah menyeru tuhan selain Dia. Sungguh, jika kami berbuat demikian, kami benar-benar telah mengucapkan perkataan yang jauh melampaui batas kebenaran.”

Para pemuda itu menyadari bahwa kaum mereka telah mengambil sesembahan selain Allah tanpa alasan yang jelas dan nyata. Demi menjaga keimanan dan memisahkan diri dari kaum penyembah selain Allah, mereka memutuskan berlindung ke dalam gua dengan keyakinan bahwa Allah akan melimpahkan rahmat serta menyediakan kemudahan dalam urusan mereka.

Hikmah
Keteguhan hati untuk berpegang pada kebenaran tauhid akan selalu disertai pertolongan dan limpahan rahmat dari Allah (18:13-14).

Catatan istilah

Ar-Raqīm
Disebut dalam 18:9; maknanya tidak dijelaskan dalam Al-Qur'an.
02Episode 2 dari 4

Penjagaan Allah di Dalam Gua

Selama di dalam gua, Allah menjaga mereka dengan tanda kekuasaan-Nya melalui peredaran matahari. Ketika terbit, sinar matahari condong ke sebelah kanan dari gua mereka, dan ketika terbenam, sinarnya menjauhi mereka ke sebelah kiri, sementara mereka berada di bagian gua yang luas.

Siapa pun yang melihat mereka akan mengira mereka terjaga, padahal sesungguhnya mereka tertidur lelap. Allah membolak-balikkan tubuh mereka ke kanan dan ke kiri, sedangkan anjing mereka membentangkan kedua kaki depannya di mulut gua dengan rupa yang menimbulkan rasa gentar bagi siapa saja yang menyaksikannya.

Hikmah
Allah memelihara hamba-hamba-Nya yang beriman dengan cara yang melampaui perhitungan manusia (18:17).

Catatan istilah

Al-Waṣīd
Disebut dalam 18:18; bermakna ambang pintu atau pelataran muka gua.
03Episode 3 dari 4

Terbangun dan Menjaga Kerahasiaan

Setelah kurun waktu yang panjang, Allah membangunkan mereka, lalu mereka saling bertanya, “Berapa lama kalian tinggal di sini?” Sebagian menjawab, “Sehari atau setengah hari.” Yang lain berkata, “Tuhan kalian lebih mengetahui berapa lama kalian tinggal. Maka utuslah salah seorang dari kalian ke kota dengan membawa uang perak ini, lalu hendaklah ia mencari makanan yang paling halal dan bersih, dan hendaklah ia berlaku lemah lembut serta jangan sekali-kali membuat siapa pun menyadari keberadaan kalian.”

Mereka sangat berhati-hati agar keberadaan mereka tidak diketahui oleh penduduk kota, karena mereka khawatir akan ditangkap, dirajam, atau dipaksa kembali kepada kemusyrikan yang akan membuat mereka merugi selama-lamanya.

Hikmah
Kehati-hatian dan menjaga kesucian rezeki adalah sikap orang beriman dalam setiap keadaan (18:19).

Catatan istilah

Wariq
Disebut dalam 18:19; bermakna uang perak yang mereka bawa.
04Episode 4 dari 4

Bukti Hari Berbangkit dan Batasan Perdebatan

Allah memperlihatkan keadaan mereka kepada penduduk kota agar manusia meyakini bahwa janji Allah itu benar dan hari kiamat pasti datang tanpa keraguan. Penduduk negeri itu berselisih mengenai peristiwa tersebut hingga orang-orang yang berkuasa memutuskan untuk mendirikan tempat ibadah di atas gua itu.

Sebagian orang menduga-duga jumlah para pemuda tersebut, baik mengatakan tiga orang dengan anjingnya yang keempat, lima orang dengan anjingnya yang keenam, maupun tujuh orang dengan anjingnya yang kedelapan sebagai terkaan terhadap hal gaib. Allah menegaskan bahwa Dia yang paling mengetahui jumlah mereka, dan memerintahkan agar tidak berdebat atau meminta penjelasan kepada siapa pun mengenai jumlah itu.

Para pemuda itu tinggal di dalam gua mereka selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun. Allah menegaskan bahwa Dia lebih mengetahui berapa lama mereka tinggal, karena milik-Nya seluruh rahasia gaib di langit dan di bumi serta tiada sekutu bagi-Nya dalam menetapkan keputusan.

Hikmah
Hanya Allah yang mengetahui hakikat dan lamanya peristiwa gaib; manusia dilarang menebak-nebak apa yang tidak Dia beritakan (18:22, 18:26).

Akhir kisah

Pemuda Penghuni Gua

Kisah ini terdiri dari 4 episode, bersumber dari Q.S. Al-Kahf 9–26. Baca ayat-ayatnya utuh di Mushaf untuk melihat konteks penuhnya.