Kisah Umat Terdahulu
Pasukan Bergajah
Q.S. Al-Fil 1–5
Kisah kehancuran pasukan bergajah yang hendak melancarkan tipu daya terhadap Baitullah. Allah menggagalkan rencana mereka dengan mengirimkan kawanan burung berbondong-bondong yang melempari mereka dengan batu panas hingga hancur binasa. Peristiwa ini menjadi bukti keagungan perlindungan Allah terhadap tempat yang dimuliakan-Nya.
Tipu Daya yang Disia-siakan dan Burung Ababil
Al-Qur'an mengajak manusia memperhatikan tindakan Allah terhadap pasukan bergajah. Allah menjadikan seluruh rencana buruk dan tipu daya yang mereka susun berakhir sia-sia tanpa membuahkan hasil.
Allah kemudian mengirimkan kepada pasukan itu kawanan burung yang datang berbondong-bondong. Burung-burung tersebut melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang dibakar keras, sehingga mereka hancur luluh laksana daun-daun yang dimakan ulat.
Kekuatan dan tipu daya manusia betapapun besarnya tidak akan pernah mampu menandingi kehendak dan perlindungan Allah (105:2).
Catatan istilah
- Abābīl
- Disebut dalam 105:3; bermakna kawanan burung yang datang berduyun-duyun atau berbondong-bondong.
- Sijjīl
- Disebut dalam 105:4; bermakna batu keras yang berasal dari tanah liat yang dibakar.
- Pemimpin pasukan bergajah
- Nama pemimpin dan rincian asal pasukan bergajah tidak dijelaskan dalam Al-Qur'an.
Akhir kisah
Pasukan Bergajah
Kisah ini terdiri dari 1 episode, bersumber dari Q.S. Al-Fil 1–5. Baca ayat-ayatnya utuh di Mushaf untuk melihat konteks penuhnya.