Kisah Para Nabi
Nabi Yunus AS dan Doa dalam Kegelapan
Q.S. As-Saffat 139–148 · Al-Anbiya' 87–88 · Al-Qalam 48–50
Nabi Yunus AS pergi dalam keadaan marah, berlari ke kapal, kalah dalam undian, ditelan ikan besar, lalu diselamatkan setelah berdoa dalam kegelapan yang berlapis-lapis.
Pergi dalam Kemarahan dan Undian di Atas Kapal
Nabi Yunus AS benar-benar termasuk para rasul. Ketika ia pergi dalam keadaan marah dan menyangka bahwa Allah tidak akan menyulitkannya, ia berlari ke kapal yang penuh muatan.
Kemudian ia ikut diundi, maka ia termasuk orang-orang yang kalah dalam undian itu.
Pergi dalam keadaan marah disertai sangkaan bahwa Allah tidak akan menyulitkannya menjadi awal dari ujian yang berat (21:87; 37:140–141).
Catatan istilah
- Al-Fulk al-Masyḥūn
- Disebut dalam 37:140; kapal yang penuh muatan, tempat Nabi Yunus AS berlari.
- Al-Mudḥaḍīn
- Disebut dalam 37:141; orang-orang yang kalah dalam undian.
Ditelan Ikan Besar dan Doa dalam Kegelapan Berlapis
Ia kemudian ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela. Di dalam ikan itu ia berdoa dengan hati sedih.
Ia berdoa dalam kegelapan yang berlapis-lapis, “Lā ilāha illā anta subḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn — Tidak ada tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang zalim.”
Allah mengabulkan doanya dan menyelamatkannya dari kedukaan. Demikianlah Allah menyelamatkan orang-orang mukmin.
Seandainya ia bukan golongan orang yang banyak bertasbih kepada Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari Kebangkitan.
Dan seandainya ia tidak segera mendapat nikmat dari Tuhannya, pastilah ia dicampakkan ke tanah tandus dalam keadaan tercela. Tuhannya lalu memilihnya dan menjadikannya termasuk orang-orang saleh.
Pengakuan ketauhidan dan kezaliman diri di dalam kegelapan yang berlapis-lapis itulah yang dikabulkan Allah sehingga ia diselamatkan dari kedukaan (21:87–88).
Catatan istilah
- Żan-Nūn
- Disebut dalam 21:87; sebutan bagi Nabi Yunus AS, yang bermakna pemilik atau orang yang bersama ikan besar.
- Al-Ḥūt
- Disebut dalam 37:142 dan 68:48; ikan besar yang menelan Nabi Yunus AS.
Dilemparkan ke Daratan Tandus dan Kaum yang Beriman
Allah kemudian melemparkannya ke daratan yang tandus, sedangkan ia dalam keadaan sakit. Lalu Allah menumbuhkan tanaman sejenis labu untuknya.
Allah mengutusnya kepada seratus ribu orang atau lebih, lalu mereka beriman. Maka Allah menganugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu tertentu.
Tidak ada penduduk suatu negeri pun yang segera beriman sehingga imannya itu bermanfaat baginya, selain kaum Nabi Yunus AS. Ketika mereka beriman, Allah menghilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia dan memberi mereka kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan.
Kaum Nabi Yunus AS disebut sebagai satu-satunya penduduk negeri yang imannya datang tepat pada waktunya sehingga bermanfaat bagi mereka (10:98; 37:148).
Catatan istilah
- Yaqṭīn
- Disebut dalam 37:146; tanaman sejenis labu yang Allah tumbuhkan untuk Nabi Yunus AS.
- Al-‘Arā’
- Disebut dalam 37:145; daratan tandus tempat Nabi Yunus AS dilemparkan dalam keadaan sakit.
Akhir kisah
Nabi Yunus AS dan Doa dalam Kegelapan
Kisah ini terdiri dari 3 episode, bersumber dari Q.S. As-Saffat 139–148 · Al-Anbiya' 87–88 · Al-Qalam 48–50. Baca ayat-ayatnya utuh di Mushaf untuk melihat konteks penuhnya.