Dzulqarnain dan Penghalang Ya'juj-Ma'juj
Episode 1 dari 2

Kisah Tokoh Pilihan

ذُو الْقَرْنَيْن

Dzulqarnain dan Penghalang Ya'juj-Ma'juj

Q.S. Al-Kahf 83–98

Dzulqarnain yang diberi kedudukan di bumi menyusuri jalan ke tempat terbenam dan terbit matahari, lalu membuat tembok besi dan tembaga penghalang Ya'juj dan Ma'juj.

  • 2 episode
  • 16 ayat
  • ~2 menit baca
Tokoh
DzulqarnainKaum di Ufuk BaratKaum di Ufuk TimurKaum di Antara Dua GunungYa'juj dan Ma'juj
01Episode 1 dari 2

Kedudukan di Muka Bumi dan Dua Perjalanan

Mereka bertanya kepada Nabi Muhammad SAW tentang Dzulqarnain. Katakanlah, “Akan aku bacakan kepadamu sebagian kisahnya.” Sesungguhnya Allah telah memberi kedudukan kepadanya di bumi dan telah memberikan jalan kepadanya untuk mencapai segala sesuatu. Maka ia pun menyusuri suatu jalan.

Hingga ketika telah sampai ke tempat terbenamnya matahari, ia mendapatinya terbenam di dalam mata air panas lagi berlumpur hitam. Di sana ia menemukan suatu kaum. Allah berfirman, “Wahai Dzulqarnain, engkau boleh menghukum atau berbuat kebaikan kepada mereka.” Ia berkata, “Adapun orang yang berbuat zalim akan kami hukum. Lalu, dia akan dikembalikan kepada Tuhannya. Kemudian, Dia mengazabnya dengan azab yang sangat keras. Adapun orang yang beriman dan beramal saleh mendapat pahala yang terbaik sebagai balasan dan akan kami sampaikan kepadanya perintah kami yang mudah-mudah.”

Kemudian ia mengikuti suatu jalan yang lain, hingga ketika sampai di posisi terbitnya matahari, ia mendapatinya terbit pada suatu kaum yang tidak Allah buatkan suatu pelindung bagi mereka dari cahaya matahari itu. Demikianlah kisahnya, dan sungguh, Allah mengetahui segala sesuatu yang ada padanya.

Hikmah
Kedudukan di muka bumi ia jalankan dengan menghukum orang yang zalim dan menjanjikan balasan terbaik bagi yang beriman dan beramal saleh (18:87–88).

Catatan istilah

Sababā
Disebut dalam 18:84-85; jalan atau sarana yang Allah berikan kepadanya untuk mencapai segala sesuatu.
‘Aynin Ḥami’ah
Disebut dalam 18:86; mata air panas lagi berlumpur hitam, tempat matahari ia dapati terbenam.
02Episode 2 dari 2

Tembok Besi dan Tembaga Menghadapi Ya'juj-Ma'juj

Kemudian ia mengikuti suatu jalan yang lain lagi, hingga ketika sampai di antara dua gunung, ia mendapati di balik keduanya suatu kaum yang hampir tidak memahami pembicaraan. Mereka berkata, “Wahai Dzulqarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj adalah pembuat kerusakan di bumi. Bolehkah kami memberimu imbalan agar engkau membuatkan tembok penghalang antara kami dan mereka?”

Ia berkata, “Apa yang telah dikuasakan kepadaku oleh Tuhanku lebih baik. Maka, bantulah aku dengan kekuatan agar aku dapat membuatkan tembok penghalang antara kamu dan mereka. Berilah aku potongan-potongan besi.” Hingga ketika potongan besi itu telah terpasang sama rata dengan kedua puncak gunung itu, ia berkata, “Tiuplah api itu.” Ketika besi itu sudah menjadi merah seperti api, ia pun berkata, “Berilah aku tembaga yang mendidih agar kutuangkan ke atasnya.”

Maka, Ya’juj dan Ma’juj tidak mampu mendakinya dan tidak mampu pula melubanginya. Ia berkata, “Hāżā raḥmatun min rabbī — Tembok ini adalah rahmat dari Tuhanku. Apabila janji Tuhanku telah tiba, Dia akan menjadikannya hancur luluh. Janji Tuhanku itu benar.”

Hikmah
Tembok yang tidak mampu didaki maupun dilubangi itu ia sebut sebagai rahmat dari Tuhannya, yang akan hancur luluh saat janji-Nya tiba (18:98).

Catatan istilah

Bainas-Saddain
Disebut dalam 18:93; di antara dua gunung, tempat ia mendapati kaum yang hampir tidak memahami pembicaraan.
Radmā
Disebut dalam 18:95; tembok penghalang yang ia buat antara kaum itu dan Ya’juj-Ma’juj.
Zubaral-Ḥadīd
Disebut dalam 18:96; potongan-potongan besi yang ia minta untuk membangun tembok penghalang itu.
Qiṭrā
Disebut dalam 18:96; tembaga yang mendidih, yang ia tuangkan ke atas besi yang telah membara.

Akhir kisah

Dzulqarnain dan Penghalang Ya'juj-Ma'juj

Kisah ini terdiri dari 2 episode, bersumber dari Q.S. Al-Kahf 83–98. Baca ayat-ayatnya utuh di Mushaf untuk melihat konteks penuhnya.